Selasa, 17 April 2012

Reseola Infantum-lah biang keladinya

Awalanya gara2 long weekend ke Kuningan, abis lumayan bapaknya Efra punya waktu segitu banyak, jadi daripada bengong dirumah nungguin Bandung ga macet, yasud mending pulang kampung aja.
Hari Jumat Efra masih seger buger aja, masih bacanda2 sama kakek nenek, cuma memang dia kalo disuasana baru suka susah tidur, jadi tidurnya cuma bentar2, yaudh wong emg tiap ke Kuningan gt... Hari sabtu pagi kita berenang, luamayan lama seh, tapi saya yakin efra ga bakal kenapa2 karena makannya banyak, siangnya ko ini anak kaya sumeng ya, badannya anget gitu, kakekknya malah ngajak pergi buat makan ikan di Indramayu, nahhh pas nyampe sanalah ko kenapa badannya makin panas, saya masih yakin efra gpp, dia masih aktif teriak2 liat kapal di laut... Nahh pulang dari sanalah petualangan dimulai... Malemnya panas tapi dia masih tidur nyenyak, minggu pagi Efra udah cekikikan pagi2 badanya masih sumeng, agak siangan panasnya turun, dan qta pulang ke Bandung, dimobil anak ini demam lagi, salahnya saya lupa bawa termomether, biasa kotak obat selalu saya bawa, nah ini krn pergi mendadak jadi lupa semuanya, diperjalanan Efra cuma mimik dan tidur aja, kasian juga, mukanya mulai merah karena demam.. tapi dia ga rewel cuma lemes aja sepertinya, nyampe Sumedang saya beli tahu ama lontong, eh anaknya mau, lumayan habis banyak juga tuh, udah itu bobo lagi sampe Bandung, malamnya Efra tidurnya mulai gelisah, denger suara sekecil apapun langsung bangun, dipakein termomether aja ngamuknya ky apaan, mau pakein termo dari pantat bapaknya ga tega, cuma sempet diem di termo itu sekali dan suhunya 38,3 darcel kynya suhunya bisa tinggi lagi keburu dicabut sama anaknya soalnya... -,-"

Besok paginya saya putusin subuh2 ke dsanya Efra, cuma dikai obat penurun panas, dan surat buat ke lab kalo2 sampe malem dia masih panas, bsknya harus tes darah.. haduhhh.. dengernya berasa gimana gt... Pulang dr dsa dia agak mendingan, tapi malemnya panas lagi gara2 siangnya ga bisa diemm... T.T.... Malemnya lumayan dia tidur nyenyak walopun badanya tetep panas.. aduhh ngeliat anak sakit itu ga enak ya, berasanya gmn gt, dan ini pertama kalinya Efra keserang demam yang cukup lama hampir 4 hari, biasanya dia demam sehari doang, jadinya bawaan saya parno deh... hehehe....

Karena malemnya masih panas, paginya saya bawa ke Pramita, dan hasilnya dibawa bapaknya aja, sorenya qta janjian ketemu di dsa, sepanjang diambil darah itu Efra mau makan, dan tidurnya nyenayka banget hampir 4 jam dan badnnya udah normal ga ada sumeng sedikitpun.. hah.. alhamdulillah lega saya, pas bangun tidur saya liat disekitar bibirnya ada bintik2 merah, saya masih belum ngeh, sorenya ke dsanya pun hasil labnya bagus... jadi percuma ya ke dsa juga, dr cuma nyuruh istirhat aja, untung malem itu suhu badannya normal, jadi ibu bapaknya tenang, dannn paginya muncullah si bintik2 merah itu dipunggung dan perut Efra, sempat berpikir campak, tp kan udah diimunisasi, akhirnya keingetan deh sama si reseola ini dan memang gejalanya sama yang seperti Efra alamin.... dan setelah 2 hari bintik2nya ilang sendiri... ampuunnn penyakit ada2 aja ya...

Penjelasan tentang Reseola Infantum saya ambil dari sini ya....

ROSEOLA INFANTUM

Penyakit yang ini sering diderita pada bayi dari usia 6 bulan sampai 3 tahun. Penyakit ini sempat membuat para ibu khawatir dan cemas berlebihan, karena pada awalnya (fase prodromal) anak ini mengalami panas tinggi 39,4-40,6° Celsius. Bahkan, 5-15% diantara mereka mengalami kejang disebabkan demam.

Roseola infantum merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus herpes tipe 6 dan 7. Virus ini disebarkan melalui percikan ludah penderita. Masa inkubasi (masa dari mulai terinfeksi sampai timbulnya gejala) adalah sekitar 5-15 hari.
Biasanya penyakit ini berlangsung selama 1 minggu.

Bisa terjadi pembengkakan kelenjar getah bening di belakang kepala, leher sebelah samping dan di belakang telinga. Limpa juga agak membesar.
Pada hari keempat, demam biasanya mulai turun.

Sekitar 30% anak memiliki ruam (kemerahan di kulit), yang mendatar maupun menonjol, terutama di dada dan perut dan kadang menyebar ke wajah, lengan dan tungkai.
Ruam ini tidak menimbulkan rasa gatal dan berlangsung selama beberapa jam sampai 2 hari.

Disinilah yang harus diperhatikan, pada roseola infantum ruam ini muncul setelah demam reda. Sedangkan pada campak, ruam ini muncul saat penderita masih demam.

Karena penyakit ini disebabkan oleh virus, maka pengobatan dengan antibiotik tidak diperlukan. Terapi pada kasus ini hanyalah untuk menurunkan demamnya. Pemberian asetaminofen atau parasetamol atau ibuprofen relatif aman untuk menurunkan demam. Sedangkan, pemberian aspirin pada anak-anak sangat tidak dianjurkan karena bisa menyebabkan sindroma Reye. Sebaiknya anak dikompres dengan menggunakan handuk atau lap yang telah dibasahi dengan air hangat (suam-suam kuku). Jangan menggunakan es batu, air dingin, alkohol maupun kipas angin.

Usahakan agar anak minum banyak air putih atau potongan-potongan es batu, larutan elektrolit atau kaldu. Selama demam, sebaiknya anak menjalani tirah baring.

Bila anak mengalami kejang demam, segera hubungi rumah sakit atau dokter terdekat untuk penanganan kejang. Intinya, jangan panik dan tetap tenang. Jika penyakit ini terjadi pada pasien dengan sistem kekebalan rendah, maka dokter sering memberikan obat antiviral supaya tidak bertambah parah.



Giefranosuarus



Huhhuhuhu.... anak yang satu ini hobbinya sekarang gigit2 terutama gigit2 'gentongnya' ibu... sumpah ya sakitnya minta ampuuunnn... 1 bulan yang lalu saya sampe demam karena digigit Efra... #lapairmata... memang Efra keliatanya lagi teething deh gusinya putih semua alias bengkak, tapi mbo ya de,, jangan gigit ibu.. saya malah sampe nangis kejer gara2 kata bapanya coba jangan kasi reaksi yang berlebihan, saya turutin deh, ketika dia gigit saya cuma diem tanpa reaksi, tp bukanya dilepas, ini malah gigitannya tambah kuat.. huaaa.. saya nangis kejer dari situ... hiks2... tiap habis gigit mukanya kaya puas gitu deh, ketewa2 sambil berlalu... huhuhuhu... semoga 'keganasan' ini cepat berakhir.... #lapingus.. hehehe.....

Rabu, 07 Maret 2012

Patah Hati

Tadi siang saya ngajakin Efra ke kampus, buat beresin urusan clearence skripsi yang terbengkalai sehingga si ijazah ga diambil2.. hehehe...
Ya.. akhir2 ini saya mulai kepikiran untuk bekerja tepatnya mencari pekerjaan, alesannya banyak seh, secara pengen ikut nopang keuangan keluarga, pengen punya uang sendiri, dan pengen ini pengen itu,, jadilah akhir2 ini semangat clearence lagi...
Tapiiii.......
Niat itu tiba2 urung ketika efra nangis ga mau saya tinggalin di mobil, padahal biasanya anteng2 aja ditinggal di mobil ama bapaknya....
Matanya ngeliatin saya sambil nanar gitu..
habis itu dia peluk saya seerat2nya...
Ya Allah.. Saya patah hati...

Selasa, 28 Februari 2012

Giefra Snapshot...


Special thanks to onty Gita
Location : Richeesee Factory, PVJ

Senin, 13 Februari 2012

Belajar Berjalan

Kapan seorang anak bisa berjalan, tidak mesti sama waktunya. Yang penting ia mendapat cukup stimulus dan melewati hampir seluruh fase perkembangan motoriknya yang normal.

Pada usia 12 bulan, seorang anak biasanya sudah bisa berjalan. Namun, perlu diingat bahwa fase perkembangan motorik kasar ini variasinya cukup lebar. Artinya, pada beberapa anak usia tersebut, bisa saja kemampuannya baru sampai tahap berdiri tanpa ditopang. Jika demikian halnya, biasanya ia pun baru bisa duduk sendiri di usia 10 bulan. Keadaan ini bisa dianggap sebagai suatu variasi normal karena, seperti dikatakan dr.Fajar Subroto,Sp.A, dari Klinik Anakku, Cinere, Depok, proses belajar berjalan pada bayi bisa berlangsung sampai usia 18 bulan.

Tentu saja, agar anak memiliki kemampuan berjalan pada waktunya, ia membutuhkan stimulus atau rangsangan. Sayangnya, tak jarang orang tua justru tak acuh karena beranggapan, toh, cepat atau lambat anak akan bisa berjalan dengan sendirinya. Padahal, "Pada anak yang tidak banyak mendapat perhatian dari orang tua atau pengasuhnya, maka biasanya ia pun tidak banyak mendapat stimulasi untuk aktif bergerak, dan ini bisa membuat perkembangannya kemampuan jalannya jadi lebih lambat," sesal Fajar.

PENTINGNYA STIMULASI

Namun perlu disadari, perhatian saja tidak cukup bila tak disertai dengan pemberian kesempatan. "Contohnya, anak yang selalu digendong sepanjang hari, tentu tak punya banyak kesempatan untuk bergerak atau mencoba berjalan, kan?"

Jadi biar bagaimanapun, anak harus diberi stimulus dan kesempatan untuk belajar jalan. "Jangan karena tidak mau repot mengawasinya, bayi selalu digendong ke mana-mana terus-menerus dan tidak diberi kesempatan untuk mencoba berjalan sendiri," tambah Fajar.

Stimulus yang bisa diberikan oleh orang tua, misalnya, dengan menatih anak. Hal itu bisa dilakukan begitu anak sudah bisa berdiri dan merambat. Mengapa harus menunggu sampai sebesar itu? Karena maksud menatih hanyalah untuk membantu menjaga keseimbangannya. Sementara berat badannya harus bisa ditopang oleh kekuatan kakinya sendiri. Dengan begitu ia akan mendapat stimulasi yang baik untuk belajar berjalan.

Sebaliknya, kalau acara tatih dipaksakan pada saat kaki anak belum bisa untuk berdiri atau menopang berat badannya sendiri, hal ini akan berakibat kurang baik bagi perkembangan selanjutnya. "Selain itu, bila ia sampai terjatuh cukup keras, pengalaman ini bisa membuat anak jadi takut untuk mencoba berjalan," ungkap Fajar.

Selama menatih, ajaklah anak bermain-main dengan berpegangan pada tangan kita. Tarik badannya hingga ia berdiri. Bisa juga dengan mengajaknya berpegangan pada pinggiran boks tempat tidur, atau pada kursi. Setelah itu, ajaklah ia untuk mencoba melangkah sedikit-sedikit dari pegangan kita ke arah orang lain, atau bisa juga dengan merambat mengelilingi tepi tempat tidurnya. Jika memang ia belum mau mencoba berjalan, ajaklah ia bermain jongkok-berdiri dulu, agar otot kakinya menjadi lebih kuat dan lebih siap sebelum ia mencoba berjalan lagi.

Pada intinya, berilah kesempatan sebanyak-banyaknya pada anak untuk mencoba berjalan di lantai. Jadi, jangan sampai ia terlalu lama didudukkan di kursi atau boks tempat tidurnya. Juga selama menatihnya, biarkan ia bertelanjang kaki tanpa sepatu. Sebab, tidak jarang sepatu yang masih baru dan kaku malah akan membuat kakinya sakit saat mencoba berjalan.

Jika anak enggan latihan berjalan, bisa jadi hal itu disebabkan oleh kurangnya rasa percaya diri. "Misalnya saja, ia pernah jatuh agak keras dan merasa sakit, sehingga takut mencoba berjalan lagi," kata Fajar.

Untuk mengatasinya, pancing semangat anak dengan sikap gembira yang ditunjukkan orang tua/pengasuhnya. Kalau perlu, gunakan mainan yang menarik agar anak mau mendatanginya. Letakkan mainan itu agak di sebelah atas sehingga ia perlu berdiri untuk menjangkaunya.

Dengan begitu, sedikit demi sedikit, ia akan tergerak untuk berani mencoba berjalan sendiri, tanpa ditatih atau berpegangan, misalnya. Kalaupun sampai terjatuh, jangan tunjukkan sikap panik di hadapannya. Perhatikan apakah ia perlu ditolong saat itu juga atau bisa dibiarkan bangkit sendiri. Sikap panik orang tua/pengasuh akan membuat rasa percaya diri anak terkikis.

BABY-WALKER TAK DIANJURKAN

Untuk mengasah kemampuan berjalan pada anak, sebetulnya cukup dengan menatihnya kapanpun anak mau. Tak usah menggunakan baby-walker karena sebenarnya penggunaan alat ini malah bisa memperlambat perkembangan kemampuan berjalan. "Hanya saja hal ini kadang kurang dipahami orang tua," ujar Fajar.

Penggunaan baby-walker yang terlalu sering akan membuat perkembangan motorik kasar, dalam hal ini duduk dan berdiri tanpa ditopang, menjadi terlambat. Seperti yang terlihat, dengan baby-walker posisi duduk anak selalu tersangga sehingga ia tidak cukup terlatih untuk menopang dirinya sendiri. Selain itu, penggunaan baby-walker yang berlebihan juga dapat mengakibatkan anak jalan berjingkat atau jinjit. Hal ini mungkin terjadi, karena ia terbiasa bergerak maju sambil mendorong keretanya.

"Tapi bila memang tetap ingin menggunakan baby-walker, sebenarnya bisa saja asalkan orang tua memperhatikan beberapa hal," pesan Fajar. Yang pertama, baby-walker itu kuat menahan berat badan sang bayi. Juga, lihat apakah ada bagiannya yang bisa membahayakan, misalnya pada konstruksi besi-besi penyangga. Perhatikan bagaimana kestabilan baby-walker tersebut, jangan sampai saat dipakai malah melipat sendiri dan membuat si kecil terjepit.

Jadi, penting sekali untuk mewaspadai kemungkinan terjadi kecelakaan dalam menggunakan baby-walker. "Biasanya kecelakaan juga terjadi karena bayi berusaha memanjat keluar. Akibatnya ia terjatuh bersama baby-walker itu."

Tak jarang pula, baby-walker terjatuh karena ada sesuatu yang menyandungnya, seperti anak tangga atau permukaan lantai yang tidak rata. Jadi, Bu-Pak, kalau, toh, mau menggunakan baby-walker, jangan pernah tinggalkan si kecil sendirian tanpa pengawasan.

Martin Leman

Fase Perkembangan Motorik

Kemampuan berjalan merupakan satu bagian dari perkembangan motorik kasar pada bayi. Perkembangan motorik sendiri sebenarnya terdiri dari perkembangan motorik kasar dan motorik halus. Perkembangan motorik kasar akan menjadi dasar dari perkembangan motorik halus, dan secara garis besar perkembangan motorik kasar itu meliputi tahapan-tahapan sebagai berikut:

1. Kemampuan telentang dari posisi tengkurap pada usia sekitar 3,5 bulan.
2. Kemampuan tengkurap dari posisi awal telentang pada usia sekitar 4-4,5 bulan.
3. Bisa duduk dengan ditopang punggungnya sendiri pada usia sekitar 5,5 bulan.
4. Bisa merayap pada usia sekitar 6 bulan.
5. Bisa duduk sendiri pada usia sekitar 7-8 bulan.
6. Bisa merangkak pada usia 8-9 bulan.
7. Bisa berdiri dengan berpegangan dan berjalan merambat pada usia 9-10 bulan.
8. Bisa berjalan tanpa berpegangan pada usia 12 bulan.
9. Bisa berjalan mundur pada usia 14 bulan.

Namun demikian, menurut Fajar, ada anak-anak yang mengalami "lompatan" fase dalam tahap perkembangan motorik kasarnya. Misal, dari fase merayap, seorang bayi bisa langsung berdiri, tidak melalui fase bisa duduk sendiri dulu.

Kalau memang ada fase yang terlompati, sebaiknya si kecil diperiksakan juga ke dokter. Ini perlu untuk mencari tahu apakah ada sesuatu yang menyebabkan fase itu terlompati, atau memang perkembangannya lebih cepat dari biasanya. Contoh kelainan yang bisa menimbulkan lompatan fase, misalnya, gangguan pada otot-otot punggungnya, atau tulang sekitar pinggul.


Sumber : http://anakkita.blogdrive.com/archive/13.html

Minggu, 29 Januari 2012

Jalan-Jalan sama Kaka Salma

1. Taman Safari Indonesia, Cisarua
Ikhhh senengnya akhirnya kesampaian juga ngajak Efra kesini.. setelah bosen muterin Kebun Binatang Bandung ampe hapal semuanya, akhirnya dengan ide yang tercetus begitu sajah qta rencanain pergi ke TSI, berangkat dari rumah jam 7 pagi, tapi baru keluar Bandung jam 8nan karena nungguin sepupunya Efra, Salma yang ga bisa kalo diburu... perjalanan sedikit terhambat gara2 Salma masuk angin dan bawaanya pengen ke wc terus.. hahaha.. habis dia baru pulang dari Yogyakarta dan maksa pengen ikut.. tapi masih bisa diatasi... hehehe... nyampe daerah puncak qta disambut kabut yang gelap gulita, pesimis bakal hujan gede di TSI neh.. tapi alhamduliilah selama disana terang benderang, walaupun kene one way 1 jam dijalan.. hiks....
Nyampe sana sekitar jam 11.30, qta muter2 dulu ditempat binatang2 berkeliaran itu.. dan si Efra langsung syok aja gara2 ada binatang bertanduk itu.. kasian dia malah kurang semangat jadinya, malah bapaknya yang 'motah' bareng sepupunya... aduhhhhh...
Dari sekitar jam 1an qta cuma keliling2 di animal show sampe jam5, karena jadwalnya berurutan jadi qta diem aja disitu ngikutin jadwal show.. dari mulai bird show, lion sea show, tiger show dan yang terakhir lumba2.. dan qta kelupaan makan siang, dan Salma masuk angin lagi.. untung Efra sambil puter2 liat binatang pas masuk itu udah dijejelin nasi sampei bares... meskipun oleh2nya masuk angin tapi tetep seneng.. bapaknya berencana buat dateng lagi kesini sepagi mungkin biar lebih puas katanya... hmm.. ada2 aja...

Dan ini dia oleh2nya.. Ini foto di Tiger show.. Bayarnya 40rb dan orangnya terserah bebas mau brp orang cuma karena Salma takut aku jadi ga ikut deh...


Keterangan :
- Tiket masuk Taman Safari @Rp 85.000,-
- Tiket mobil masuk Taman Safari @Rp 15.000,-
- Animal Show semuanya GRATIS

2. Libur Imlek
Libur long weekend kemarin qta jalan2 cari barongsai, cari yang jadwalnya setelah Efra bangun tidur dapetnya di BSM.. hmm untung deket dari rumah, langsung meluncur kesana, dan pas banget acara mau dimulai, dan si Efra bingung sejenis apakah barongsai itu, dia liatin itu boneka dari atas kebawah, ko bisa meliuk2 x ya.. hihihi... pas barongsainya nyamperin buat minta angpao dia malah jerit2... hahahaha.... udah itu dia ngerengek minta pergi.. "kenapa de? dikedipin ya ama barongsai? hihi..."

Pas mau jalan2 di BSM, eh Salma telefon minta dianterin ke rumah es di Festival Citylink, dan minta buru2 dijemput karena bapaknya ada kerjaan ga bisa nganterin dia.. haduuhh anak ini... Nyampe rumah ngasi makan efra dan capcus kembali ke jalan Peta... Dan petualangan pun di mulai... Harga tiket masuknya untuk 5thn ke atas bayar Rp 50.000,- dan 1thn-4thn bayar Rp 40.000,-... Dan brrr... dingin banget sodara2 efra aja ampe diem aja kedingininan, sy nekad bawa efra biar terbiasa kalo nanti tinggal di Eropa.. hahahaha.. *ngayal... tapi sbelumnya saya pakein legging dan kuplluk tebal dulu trz dia dibuntel lagi pake jaket anti dingin.. hehehe... Kayanya qta paling lama di dalem itu sekitar 10 menitan deh soalnya dingin banget, tapi qta boleh masuk lagi ko sepuasnya sampe bosen... Suasana di dalem tuh kata saya kaya qta dimasukin ke freezer daging.. hehehe.. ada rumah2 dari es gitu, kecil seh ruangannya tapi berasa luas karena qta kedinginan... Efra cuma masuk sekali karena takut hipotermia sedangkan bapaknya terus aja bolak balik karena asyik katanya maen prosotan es... astaga.. inget umur mas...
Ket : Festival Citylink itu bekas Mollis Mall dulunya, adanya dijalan Peta, deket pasar Sukahaji..

Wonderful January

Selamat Tahun Baru... *meskipun telat banget ya.. hihihihihii....
Alhamdulillah di bulan pertama di tahun 2012 ini banyak yang qta peringati ya dari mulain anniversary qta yang ke 2 di tanggal 9 Januari.. dan tanggal 14 Januari ulang tahun bapaknya Efra yang ke 36... *ikhh udah tua... hehehehehe.... Acaranya kmn? hmmmm.. semua acara yang qta rencanain gagal semua... hahahaha... tapi ya sudahlah gpp, yang penting doanya dan bisa qta memaknai arti pertambahan usia dan umur pernikahan kami.... aminnn...